Indah namun jelek

Salah satu hal yang kurang saya sukai kepada mereka adalah semangat berjuang mereka yang boleh dikatakan kurang. Mereka hanya beranggapan bahwa hidup hanya untuk hari ini saja tanpa memperdulikan kehidupan mereka esok. Tak jarang seorang orangtua yang melarang anaknya untuk sekolah. Mereka lebih suka mempekerjakan anaknya menjadi pekerja. Di siang hari juga tak banyak orang yang menghabiskan waktu mereka yang seharusnya bekerja dengan melakukan hal yang kurang produktif seperti main catur.

Untuk menghayati kehidupan anak-anak di sekitar sana, saya berusaha mengikuti aktivitas mereka dengan bersama-sama bersenang-senang dengan mandi di sungai tersebut. Dari wajah mereka tergambar suatu hal yang menakjubkan dan mengagumkan. Saya ikut juga dalam dinamika mereka seperti maen futsal bersama, begadang bersama serta berbincang tentang keluhan mereka. Kehidupan anak-anak yang cukup indah untuk dinikmati. Dunia yang penuh dengan keluguan.

Malam hari itu saya bercengkrama dengan seorang bapak yang bekerja sebagai pemulung. Dari sini tergambar olehku bahwa terkadang pemulung juga adalah perbuatan yang sangat mulia. Pekerjaan memulung sudah pastilah tidak dikehendaki oleh semua orang. Tapi apa boleh buat, hal itu memang harus terjadi kepada mereka sendiri.

Malam hari saya habiskan di rumah yang boleh dikatakan sangatlah nyaman. Saya sangatlah menikmati hal itu. Dari sinilah saya dapat mendapatkan informasi bahwa mereka terhadap dunia politik tidak tahu sama sekali. Yang penting mereka itu mendapatkan sesuap nasi dan dapat bekerja dengan maksimal serta pekerjaan mereka dihargai dengan murahnya harga bahan pokok atau dalam perkataan lain sebagai tingginya daya beli mereka, Sewaktu kami datang ke sana, mereka juga kadang berpikiran dan mengawasi langkah kami karena kami mungkin disangka sebagai para partai politik yang gemar membagi-bagikan uangnya. Dari sini juga dapat disimpulkan bahwa money politik memang masih berlaku dan ini sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat di sana. Kita tidak dapat menyalahkan mereka. Mereka sangatlah tidak mementingkan hal tersebut karena masih banyak yang harus dikerjakan. Gambaran masa depan yang mereka harapkan adalah semua keluarga dalam keadaan sehat. Sesuai pengakuan mereka, apalah arti harta yang kita miliki kalua kita dalam keadaan sakit

Besok harinya adalah saat yang sangat aku benci ketika aku harus pergi dari wilayah itu dan menyadari bahwa live in itu sangatlah singkat untuk dilalui. Bayangkan saja kalo kita mengikutinya hanya semalam saja. Tapi, walaupun satu hari, saya sudah merasakan hal yang sangat menggugah pikiran saya terhadap mereka. Harapan ke depan adalah keinginan untuk berbuat kepada mereka dalam skala kecil maupun besar.

Mengikuti kegiatan anak di Sanggar Anak Akar adalah hal yang kadang memaksa diri untuk berpikir tentang keberadaan keluarga di Indonesia. Dari perkembangan tempat yang hamper boleh disamaan dengan panti asuahn ini menggambarkan sepenuhnya keadaan suami, istri, anak serta carut-marut kehidupan sebuah keluarga.

Di akhir tulisan ini saya banyak mengucapkan terima kasih kepada para orang yang mengabdikan dirinya di sanggar Anak Akar ini. Pengorbanan mereka sanagatlah patut untuk diacungkan jempol. Peranan mereka sangatlah dibutuhkan untuk perkembangan masa depan anak yang terlantar terutama perkembangan pendidikan bagi anak yang kurang mampu. Begitu juga dengan orang yang menyisihkan sebagian uangnya untuk organisasi sosial seperti ini. Perbuatan mereka sangatlah mulia.

.

Sebagai generasi muda, selayaknyalah kita untuk memberikan sumbangsih kepada kaum miskin. Bukan memberikan hinaan dan cemooh demi mempermiskin mereka, tetapi membantu meringankan kemiskinan mereka. Contoh nyata kita adalah meringankan beban mereka dengan melakukan aksi nyata sosial contohnya. Memeberikan sumbangsih berupa pengiriman bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Apa salahnya kita menyisihkan sebagian baju yang tidak kita pakai lagi kepada mereka. Memberikan juga penyuluhan kepada mereka tentang kebersihan dan pengetahuan tertentu yang dapat mengangkat kinerja mereka dan produktifitas mereka.

Membantu kemiskinan berarti memberikan kebahagiaan diantaranya adalah memberikan hak-hak mereka sepatutnya. Untuk kali ini, pemerintah dituntut untuk lebih proaktif dalam menghadapi berbagai masalah inflasi dan pertumbuhan di Indonesia, serta kebijakan yang prorakyat juga. Jadi tidak hanya semata-mata kebijaksaan yang menguntungkan birokrat dan oknum-oknum tersendiri.

Acara live in ini dirasakan kurang. Tetapi acara ini sangatlah dibutuhkan oleh generasi pemuda terutama muda-mudi. Dibutuhkan sehingga tertanam keprihatinan kepada muda-mudi terahdap mereka kaum miskin dan tertindas. Dari situ, kalau lah nanti menjadi pemimpin Negara, kita bisa memberikan yang terbaik bagi semua orang khususnya sahabat-sahabat kita yang terlantar demi, mewartakan Kerajaan Allah demi kemuliaan Tuhan

Fransiskus Xaverius Sinaga

STAN 2008 / Akuntansi