Istilah-istilah khusus

 

1.            Audit: Sebuah pemeriksaan dan evaluasi catatan keuangan oleh ahli-ahli (auditor) yang mengecek keakuratan dari catatan atau data yang masuk tesebut dan prosedur yang diikuti oleh akuntan-akuntan yang semula menyusun catatan tersebut.

                                     

                             2.      Pengendalian Internal : Sebuah  sistem  yang termasuk rencana dari organisasi dan semua metode yang berhubungan dan tindakan pengukuran yang dipakai dalam sebuah perusahaan untuk melindungi aset-asetnya, memeriksa akurasi dan kehandalan data akuntansinya, mengembangkan operasional yang efisien, dan mendorong kepatuhan pada kebijakan manajerial yang telah ditentukan.

 

3.      Voucher:  sebuah lembaran bisnis yang menunjukkan penerimaan pembayaran. Voucher yang digunakan untuk pengendalian internal termasuk voucher kas kecil yang menunjukkan pembayaran dari dana tunai yang kecil dimana kebanyakan perusahaan menhindari penulisan cek dalam jumlah yang terlalu kecil, dan voucher akun beban untuk pembayaran kembali  biaya yang dibayar oleh pihak  dalam hubungannya dengan perjalanan, hiburan, dan sebagainya

 

4.      Audit internal: adalah sebuah peninjauan ulang dan evaluasi dari pencatatan keuangan perusahaan oleh pekerja dari perusahaan itu sendiri

 

5.      Prosedur operasi standar:  Sebuah metode yang ditetapkan oleh suatu organisasi untuk melangsungkan fungsi pencatatan dan operasinya.

 

6.      Audit independen: proses audit yang dilakukan oleh orang lain dari luar perusahaan. Sebagian besar auditor independen adalah CPAs (akuntan public bersertifikat)

 

7.      kewajaran: sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pernyataan keakuratan, keaslian, dan kelengkapan catatan keuangan

 

8.      paragraf lingkup: sebuah paragraf dalam surat yang dikirimke klien oleh auditor independen atas selesainya audit. Memberikan ruang lingkup atau cakupan audit dan standar-standar yang telah diterapkan

 

9.      Paragraf pendapat: bagian dari kertas surat auditor yang memberikan sebuah opini, pertimbangan tertentu, di laporan keuangan

 

10.    Buku besar umum: Pencatatan keuangan yang mana akun-akun pada laporan dari posisi keuangan, ekuitas pemilik, dan laba rugi disimpan.

 

11.    Kerja lapangan: Dalam proses mengaudit, kegiatan dari pengaudit lepas (akuntan publik) yang memeriksa catatan-catatan akuntansi suatu perusahaan,

 

 

Auditing

 

 

Auditing adalah sebuah fungsi akuntasi yang meliputi peninjauan dan evaluasi atas catatan-catatan keuangan. Auditing dikerjakan oleh seseorang selain orang yang memasukkan transaksi-transaksi ke dalam catatan tersebut.Beberapa tahun lalu, kehadiran seorang auditor memberi kesan bahwa sebuah perusahaan sedang memiliki kesulitan  keuangan atau bahwa ketidakberesan sudah ditemukan di dalam catatan-catatan tersebut. Namun, sekarang ini audit-audit dari luar adalah sebuah bagian dari praktik perusahaan yang normal dan biasa. Tambahan pula, banyak perusahaan, khususnya perusahaan besar dengan operasi-operasi yang kompleks, membiayai seorang auditor internal yang terus-menerus oleh departemen-departemen akuntasi yang mereka miliki sendiri.

 

Bahkan perusahaan-perusahaan yang tidak mengadakan internal audit perlu untuk memelihara sebuah sistem internal kontrol. Kebanyakan sistem-sistem yang baik akan menyediakan kontrol-kontrol terhadap kesalahan, dan sebuah bagian dari tugas untuk mengurangi kemungkinan penyelewengan. Satu “business paper” yang digunakan dalam sebuah sistem internal control adalah voucher petty cash. Voucer menunjukkan  penerimaan atas pembayaran. Dalam kasus voucer petty cash, voucher petty cash adalah sebuah catatan atas pembayaran dari dana kas kecil yang kebanyakan perusahaan pelihara untuk transaksi-transaksi kecil yang memerlukan kas. Contoh lainnya adalah voucer akun beban yang diperlukan oleh banyak organisasi sebelum pembayaran dapat dikeluarkan untuk membayar kembali seorang pekerja atas uang yang dikeluarkan untuk perjalan bisnis dan hiburan.

 

Idealnya, sebuah perusahaan seharusnya menggunakan sebanyak mungkin pengendalian internal secara konsisten dengan operasi yang efisien. Dalam prakteknya, biaya pemasangan dan pemeliharaan system pengendalian memaksa manajemen untuk memutuskan alat pengendalian yang mana untuk digunakan. Jika ada terlalu banyak pengendalian/ pengawasan, suatu waktu mungkin datang  saat para pegawai perusahaan akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengisi formulir-formulir daripada melakukan pekerjaan yang produktif.

 

Seperti yang telah kami kemukakan diatas, banyak perusahaan mempekerjakan akuntan mereka sendiri untuk mengurusi pemeriksaan keuangan internal. Mereka secara terus menerus memeriksa prosedur operasi dan catatan keuangan dan melaporkan pada bagian tertentu dari bagian fiskal  perusahaan. Akuntan-akuntan ini juga melaporkan beberapa penyimpangan dari prosedur operasi standar yang merupakan metode yang ditetapkan perusahaan untuk mengadakan fungsi pencatatan dan pengoperasian. Auditor internal juga membuat saran-saran untuk manajemen untuk kemajuan pada prosedur operasi standar. Akhirnya, mereka memeriksa catatan akuntansi dengan memperhatikan kelengkapan dan akurasi/ketepatan, meyakinkan bahwa semua kejanggalan dikoreksi. Secara keseluruhan, auditor internal berusaha meyakinkan/memastikan bahwa berbagai departemen dari perusahaan mengikuti kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen.

 

 

Perhatian ditempatkan pada bagian yang berbeda dari laporan auditor internal yang berubah-ubah dari perusahaan ke perusahaan. Pada beberapa organisasi, fungsi utama atau bahkan satu-satunyadari auditor adalah untuk melaporkan kelengkapan dan keakuratan dari buku akun, dimana laporan keuangan adalah kolektiv. Pada perusahaan yang lebih maju, perhatian yang besar mungkin diberikan pada saran auditor. Pada kasus ini selain berhubungan utama dengan akuntansi dan aspek keuangan dari perusahaan, auditor juga berhubungan dengan opersi seperti pemasaran, produksi dan pembelian.                                                                                      

 Dalam audit internal, bagaimanapun juga terdapat kekurangan. Jika laporan tidak baik, hal ini mungkin tidak diperlihatkan kepada pihak dalam manajemen yang dapat membetulkan masalah tersebut. Sebagai hasilnya, direksi/manajemen menerima kesan yang salah bahwa bahwa keadaan berjalan dengan lancar karena mereka tidak tahu masalah yang tidak diliput oleh audit internal. Untuk mebuat kegunaan yang efektif  dari fungsi audit internal, manajemen harus memestikan bahwa  laporan diterima pada semua tingkat dengan sikap objektif yang sepenuhnya.

Audit Independen dilakukan oleh akuntan yang  bukan merupakan karyawan dari organisasi yang melakukan pemeriksaan. Audit independen hampir selalu seorang akuntan public bersertifikat. Kliennya umumnya merupakan pemilik perusahaan atau perwakilannya, dewan direktur.

 

Akuntan independen meninjau kembali  aktivitas operasi perusahaan, mereka juga memeriksa laporan keuangan, catatan akuntansi, dan lembaran-lembaran bisnis pendukung, biasanya secara kolektif dikenal sebagai bahan bukti. Mereka melakukan ini untuk menentukan akurasi, keaslian, dan kelengkapan catatan, semua yang merupakan bagian dari konsep yang  diekspresikan sebagai prinsip berkeadilan dalam peristilahan akuntansi. Pertimbangan akuntan atau pendapat terhadap keadilan dari catatan tersebut terkandung dalam sebuah dokumen yang dikirimkan ke klien pada akhir audit. Dokumen tersebut terdiri dari  sebuah surat yang dialamatkan kepada klien yang berisikan kedua-duanya, scope paragraph dan paragraph opini.

 

Ruang lingkup ayat menyatakan tingkat atau cakupan pengujian akuntan. Pada surat berikut ini, akuntan menyatakan bahwa dia telah menguji  neraca, laporan kegiatan, dan laporan keuntungan yang ditahan untuk sebuah periode akuntansi. Hal ini disebut pengujian yang lengkap karena meliputi semua akun dalam buku besar. Buku besar adalah cataatan keuangan dimana setiap akun ditunjukkan.