Kadang terlihat aneh ketika dikasih pertanyaan tentang mata kuliah bisnis dan manajemen…ow, seperti tukang batu…eh, gini aja, kalian coba jawab di rumah, apakah bapak-bapak pengangkat batu itu termasuk organisasi???

 

 

Mengangkat Batu

                 Bersama-Sama Mengangkat batu secara mendasar dipahami sebagai dua kata yakni mengangkat yakni sebuah pekerjaan dimana menggunakan suatu alat yang dalam hal ini sebuah tangan ke posisi yang diinginkan dengan terlebih dahulu menggerakkan benda tersebut ke atas dengan maksud mengubah posisi dari benda tersebut. Batu dalam hal ini adalah sesuatu yang keras dan bentuknya bulat dan tak beraturan serta berasal dari perut bumi yang mengalami proses fisika dan kimia yang lama. Batu dalam hal ini dipersempit penulis sebagai batu yang biasa tak beraturan dan digunakan lebih lanjut untuk bahan membangun.

                 Mengangkat batu adalah sebuah proses kegiatan demi mencapai hasil tertentu yakni batu tadi berubah posisinya. Dengan berubahnya posisi tadi, diharapkan ada juga yang berubah. Dengan perubahan tadi, terjadi pula perubahan kepuasan. Menurut saya, mengangkat batu itu kondisional dan tergantung keadaannya. Namun kali ini saya berani berasumsi bahwa itu adalah bukan organisasi. Mengangkat batu tanpa ada manajemen waktu, tempat, dan lain sebagainya.

                 Mengangkat batu dalam hal ini dipandang penulis sebagai suatu hal yang insidensial. Mengangkat batu secara insidensial dapat dikatakan sebagai terbentuknya masyarakat abstrak dan seketika ketika kegiatan itu tiba-tiba terjadi tanpa ada rencana yang telah dipikirkan terlebih dahulu. Contohnya adalah sekumpulan orang yang mengangkat batu yang berceceran di tengah jalan raya karena terjadi sebuah longsor kecil dimana batu-batu tersebut menghalangi kendaraan mereka untuk lewat. Jadi, peristiwa ini adalah insidensial, dan sesuai dengan naluri manusia untuk melakukan tindakan. Kita juga tidak dapat memungkiri kegiatan ini mempunyai organisasi dimana seorang memerintah ataupun memberikan arahan karena dianggap lebih tua.

                     Lain halnya dengan kegiatan itu telah direncanakan sebelumnya. Merencanakan manajemen waktu, kegiatan, dan organisasi yang akan dipersiapkan dalam sebuah kegiatan. Sebagai contoh adalah mengangkat batu demi gotong-royong di sebuah RT tertentu untuk membangun suatu fasilitas umum. Mereka merencanakan waktu tersebut sedemikian rupa, memikirkan anggaran dalam kegiatan tersebut dan organisasi yang dapat memberikan arahan sehingga nantinya pekerjaan itu dapat efektif dilakukan. Pekerjaan itu bukan hanya memenuhi kepuasan tersendiri akan maksud kegiatan itu, dan juga memberikan kepuasan bersama yakni rasa kebersamaan dan mempertebal semangat memiliki diantara masyarakat itu sendiri. Keuntungan dari organisasi tersebut adalah waktu, hasil dapat lebih maksimal jika dibandingkan dengan tanpa manajemen organisasi. Tidak ada miskomunikasi karena setiap orang melakukan pekerjaannya telah terencana. Jika ada hambatan pun hal itu dapat diatasi dengan baik. Kita juga tidak dapat mengesampingkan suatu proses kegiatan organisasi dalam masyarakat yang beraneka ragam.

 

               Organisasi itu dapat timbul melalui paksaan seperti orang yang bekerja di sebuah proyek tertentu dan menjadi buruh angkut batu. Ada juga organisasi yang sukarela seperti hal nya tim SAR yang telah membantu para korban dengan mengangkat batu disekeliling daerah longsor. Tambahan lagi, dengan mengharapkan imbalan dari apa yang mereka perbuat. Fransiskus Xaverius Sinaga 1 C – 14 / Akuntansi Dibuat untuk memenuhi tugas Organisasi Bisnis dan Manajemen