Dewan direktur,
Lederer Furniture Company, Inc

Saya telah menguji neraca saldo dari Lederer Furniture Company, Inc., pada 31 Desember 1976, seperti halnya laporan ppendapatan dan laba ditahan serta perubahan posisi keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal itu. Pengujian saya telah dibuat berdasarkan standard auditing yang berlaku secara umum. Hal itu telah mencakup test arsip akuntansi dan prosedur lain yang saya pertimbangkan perlu.

Menurut pendapat saya, kesatuan neraca dan laporan laba rugi dan pendapatan menampilkan kondisi keuangan Lederer Furniture Company, Inc secara jujur dan berkeadilan, kondisi keuangan pada 31 Desember 1976, dan hasil operasinya untuk tahun berakhir pada tanggal itu, dalam kecocokannya dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum yang diaplikasikan pada konsisten dasar dengan tahun sebelumnya.

Daniel M. Fletcher
Certified Public Accountant

New York, New York
30 Januari 1997

Opini seorang auditor yang tidak memenuhi kualifikasi

Sebagai tambahan, untuk kepentingan audit, penggalan paragraf (di atas) juga secara formal menuliskan standar yang telah digunakan untuk audit. Kategori umum untuk auditing telah diperkuat di profesi akuntansi. Kategoti-kategori ini mencakup kemampuan teknis, kebebasan bertingkah laku, dan laporan standar.

Seorang auditor independent yang memeriksa pencatatan suatu perusahaan mengikuti standar tertentu pada ladang kerja. Hal ini berkaitan dengan perencanaan dan pemastian bahwa segalanya telah dilakukan dengan benar, bila diperlukan, dari audit. Auditor independent juga harus meninjau kembali control internal sebagai dasar dari tes keefektifan aplikasi-aplikasi. Sebagai tambahan, dia bertanggung jawab untuk mendapatkan jumlah material yang jelas yang jujur dan sesuai dari kertas-kertas bisnis, buku besar, dan sumber-sumber lainnya dalam pencapaian opini pada akurasi laporan keuangan.

Standar pelaporan harus sesuai dengan isi dari laporan. Laporan harus menampilkan pernyataan (laporan) keuangan dari perusahaan yang disiapkan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Lagi jauh lagi, prinsip-prinsip tersebut seharusnya telah dicermati di periode akuntansi sekarang agar berkesesuaian dengan periode sebelumnya. Kecuali jika laporan dicatat berbeda,sebaliknya pengaudit …………… laporan-laporan keuangan tersebut bisa dianggap cukup. Laporan juga harus mengekspresikan sebuah pendapat mengenai kondisi pencatatan-pencatatan fiskal atau justru menjelaskan tidak ada satu pendapat pun yang bisa dinyatakan, dengan menyebutkan alasan-alasan atas kesimpulan dari pendapat yang telah diambil tersebut.

Paragraf pendapat di laporan pengaudit harus sesuai dengan standar yang baru saja disebutkan di atas. Pendapat tersebut harus berdasarkan atas hasil pemeriksaan yang teliti. Untuk mendapatkan kesimpulan-kesimpulan yang tepat, pengaudit bisa menggunakan bermacam jenis tes dan prosedur-prosedur yang dirasa dibutuhkan. Tes dan prosedur tersebut bisa mencakup perbandingan harga dengan tahun-tahun sebelumnya, perhitungan mengenai bermacam-macal hal, pemeriksaan secara fisik dari kegiatan operasi, bukti dokumen-dokumen, hubungan perorangan dengan para pegawai, serta mempelajari langkah-langkah pengoperasian dan pengawasan.

Pendapat ayat dari auditor dari huruf memenuhi standar diberikan langsung di atas. Pendapat ini berdasarkan pemeriksaan yang seksama. Untuk mencapai kesimpulan-nya. Auditor yang menggunakan tes dan prosedur apapun ia berpikir yang diperlukan. ini mungkin termasuk perbandingan mengkonfigurasi dengan orang-orang dari tahun-tahun sebelumnya, computations dari berbagai jenis, dari pemeriksaan fisik pengoperasian, dokumenter bukti, kontak pribadi dengan karyawan dan studi operasional prosedur dan kontrol.

Bahasa paragraf adalah pendapat yang penting dan harus tepat. Dapat menyampaikan berbagai pendapat yang pasti dalam kategori-kategori :

1. Kelengkapan pendapat. Auditor mampu memuaskan dirinya oleh pemeriksaan menyeluruh dari akuntansi catatan bahwa laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum pada suatu dasar yang konsisten dengan praktek akuntansi dai periode sebelumnya. Pendapat dalam surat diberikan sebagai ilustrasi lengkap.
2. Pendapat berkualifikasi. Pendapat auditor yang terpengaruh oleh prosedur kelalaian dalam menjaga dan variasi yang dibuat dalam catatan keuangan. Dalam hal ini, auditor harus memberikan jawaban yang jelas tentang alasan untuk kualifikasi dan dampak pada posisi keuangan dan hasil operasi.
3. .Opini penyangkalan. Pendapat dari auditor belum memperoleh cukup kompeten berdasar atas kenyataan hal untuk membentuk sebuah opini mengenai keadilan dari presentasi dari laporan keuangan secara keseluruhan. Pentingnya pendapat penyangkalan mungkin timbul baik dari yang batasan yang serius pada lingkup dari pemeriksaan atau dari keberadaan ketidakpastian yang tidak biasa menyangkut jumlah item atau hasil dai bahan materill yang mempengaruhi posisi keuangan atau hasil operasi. Dalam beberapa situasi di mana pendapat penyangkalan dibutuhkan, pendapat kecil-kecilan mungkin akan diberikan. Pendapat semacam ini mungkin disediakan beberapa saat, namun tidak semua aspek pernyataan, seperti inventarisasi, dapat diaudit dan dikonfirmasi.

Adverse opinion, atau opini yang tidak wajar. Pemeriksa keuangan merasa bahwa laporan keuangan tidak menunjukkan dengan wajar posisi keuangan atau hasil operasi bisnis dalam perseuaian dengan prinsip-prinsip dasar akuntansi yang berlaku umum Pendapat seperti ini dibutuhkan dalam berbagai laporan di mana pengecualian atas kejujuran dalam presentasi adalah sangat jelas bahwa dalam pendapat pemeriksa keuangan, pendapat wajar dengan pengecualian adalah tidak dibenarkan. Dalam keadaan seperti itu, penolakan terhadap pendapat adalah tidak tepat karena pemeriksa keuangan mempunyai informasi yang cukup untuk mengemukakan pendapat yang tidak ditulis dengan jelas dalam laporan keuangan.

Pemilik dari sebuah usaha dapat menggunakan catatan akuntansinya sendiri dan merasa tidak merupaka sebuah kebutuhan diperiksa oleh auditor. Saat ini, bagaimanapun, sudah dapat diterima secara luas jika dalam tiap usaha seharusnya dilakukan pemeriksaan keuangan. Pemeriksa keuangan dapat membantu usaha untuk membangun sistem akuntansi yang handal. Mereka juga dapat memastikan bahwa semua transaksi dicatat dengan benar dan tepat. Mereka juga dapat menemukan apakah ada transaksi yang khayal ( gak jelas ) yang masuk ke dalam buku pencatatan. Bahkan dalam sebuah bisnis kecil, kesalahan dalam pembukuan dapat membawa bisnis dalam kegagalan. Manajemen harus bertindak berdasarkan informasi dalam catatan keuangan; pemeriksa keuangan memastikan bahwa informasi tersebut akurat, cukup memadai, dan dapat digunakan.