Rahasia jitu mempersiapkan diri masuk STAN

logo STAN (warna)

Jujur saja, sebelumnya saya dulunya pernah mengalami masa-masa dimana tidak diterima di UM semua perguruan Tinggi ternama yakni ITB, UI, UGM. Waw, suatu keadaan dimana hati tidak tenang dan kondisi jiwa bergejolak ketika belum ada universitas yang pasti. Dan perguruan tinggi negeri menjadi sasaran utama dalam masalah dana. Dan saya menyadari bahwa universitas tersebut mempunyai soal masuk yang boleh dikatakan hampir mempunyai tipe sama yakni kebanyakan soal yang adalah bentuk pengujian terhadap hasil jerih payahnya waktu SMA tanpa memperdulikan pola dan cara berpikirnya. Dan terkadang juga, soal tersebut sudah dikenal baik oleh semua lapisan perbimbingan yang bahkan mampu memberikan rahasia cepat. Kalau saya dulu penah bimbingan di jogja sih ( pernah dua minggu di sanasebelum snmptn ), namanya THE KING….Dan soal yang beranekaragam tersebut difasilitasi dalam sebuah jaminan tertentu yang bernilai jutaan rupiah dengan maksud memasukkan sang calon mahasiswa ke universitas favoritnya ( mgkn jg favorit orangtuanya ).

Teman-teman, saya merasa bahwa masuk STAN bisa dikatakan sebagai keberuntungan kalau dibandingkan dengan banyaknya jumlah peserta yang mendaftar. Dan saya bilang hasil kerja keras karena saya membayangkan ketika waktu saya yang banyak terbuang karena mambahas semua persiapan STAN ( walaupun sebenarnya dulunya sang penulis hanyalah iseng-isengan saja mencobanya demi menunggu hasil SNMPTN daripada nganggur di rumah dan bengong dan kehilangan asa, pastilah ada baiknya mencoba yang lain ).

Dan bukan sepenuhnya juga teka-teki dalam hidup dan nasib ketika saya melihat botak saya semakin menjadi-jadi dan rambut saya yang rontok kebanyakan karena memikirkan hal ini serta belajar mati-matian. Jadi, intinya banyak hal yang mempengaruhi kita. SO, apa yang kita ambil dari sini:

STAN itu jadikanlah sebagai ajang coba-coba karena kalau kita menjadikannya sebagai ajang satu-satunya, HANCURLAH HIDUP KITA ( dengan asumsi bahwa kita berkemampuan apa-adanya, kecuali jika ketika menghadapi soal STAN, bisa menjawab semuanya dan hanya salah 1,alias ga mungkin tw ). Thus, kita harus juga mencoba berbagai saringan masuk lain seperti usm ITB, SNMPTN, UMB,SIMAK, dll dengan maksud mencari aman dulu. Biasanya orang yang masuk institusi ini adalah orang yang pernah kuliah di suatu PTS atau PTN. Jadi tidak melulu mengandalkan USM ini doank!

Sayangnya hal ini tak berlaku di STAN. Soal yang dipakai sebagian besar adalah soal yang menggunakan ketajaman berpikir. Jadi sebelumnya saya lebih menyarankan anda jangan terlau percaya kepada bimbel yang memberikan jaminan masuk STAN sepenuhnya. Jangan hanya memperdalam sesuatu hal yang ada dalam bimbel tersebut. Jujur saja, saingan dalam memasuki STAN adalah yang paling susah dibandingkan SPMB segala. Jadi terkadang ada yang lolos SPMB tapi tak lolos USM STAN. Sekdar informasi bahwa anda harus berhadapan dengan seratusribuan peserta dan kalau dianalisis anda juga harus mengalahkan 98000 orang dengan asumsi peserta nya seratus ribu orang.Bukan perbandingan proporsional seperti pencalonan legislative, tetapi anda harus mengalahkan sekian puluh ribu orang atau mendapat rangking 2000 besar untuk mendapatkan kursi di institusi Negara ini, dan penjurusannya juga masih dilakukan seleksi. Anda juga jangan berasumsi bahwa lawan anda dalam soal adalah makhluk yang seumuran dengan anda. Kita juga akan berhadapan dengan orang yang berada di atas kita, baik umur dan bahkan juga pengetahuan. Sepengetahuan penulis, masih banyak orang yang memilih sekolah ini sebagai pelarian dari universitas yang dianggapnya tidak cocok. Banyak orang yang pengen masuk institusi ini. Saya sendiri saja melihat, fresh graduate tahun tersebut biasanya ditemani oleh saudara kita yang telah kuliah se tahun, dan bahkan 2 tahun di perguruan tinggi lain tanpa memandang asal perguruannya.

SO, MANTAPKAN NIAT ANDA KALAU MAU MASUK STAN DARI SEKARANG, semua karena kesenangan juga. Tak banyak juga orang yang telah masuk institusi ini kelaur karena merasa tidak cocok yang mungkin dikarenakan masih menyukai sepenuhnya bidang lain dan merasa kurang terpanggil.