boediono-dalem VS manohara-afp

Hatiku mulai miris ketika dalam suatu debat antara juru kampanye dua capres yang memperbincangkan suatu masalah yang menjadi sangatlah urgen bagiku yakni agama dan politik, yang kali ini diwakili oleh sebuah statement “ Istri Boediono Katolik ??? ”.

Beriringan dengan hal tersebut, entah benar atau salah, sesuai isu yang beredar, beberapa isteri presiden pernah diisukan adalah orang Kristen, seperti Bu Tin Soeharto ( tidak ada yang berani mempersalahkan ),Bu Ani Yudhoyono ( mungkin belum muncul ke permukaan ),dan yang terakhir isteri Capres Boediono.Mungkin ada yang salah dengan hal tersebut. Sometimes, hal yang melekat dalam diri pribadi kita dapat menjadi tameng, dan dapat menjadi batu penghalang bagi kita.

Mungkin sebagai suatu kesatuan minoritas, pernyataan ini mungkin sebagai cambukan bagi saya. Berusaha mencari celah, membenarkan pernyataan saya, membuat paradigma terbalik diakibatkan rasa solidaritas akan hinaan itu. Mendiskreditkan, menghancurkan, memecah-belah unsur persatuan dan demokrasi adalh tanggapan saya terhadap hal tersebut. Kalau dari satu sisi, baru lah sekarang menyadari bahwa isu ini dapat menyebabkan nama Boediono dapat secara melonjak. Inilah politik. Seolah-olah mendapatkan iklan gratis daripada sebuah hal yang menjadi perdebatan dimana-mana. Nama seseorang dapat menjadi suatu hal yang umum. Memang benar, salah satu cara menaikkan popularitas adalah berbuat sebaik-baiknya ( prestasi ) atau mungkin melakukan hal yang tidak diduga oleh semua orang.

Boleh lah saya menyamakan hal ini dengan sang wanita cantik nan elegan “ Manohara Pinot “ yang baru saja merasa dipermalukan dan bagi beberapa orang dan sekarang mulai dianggap kebohongan publik,selanjutnya menjadi aktris sebuah film Indonesia. Waw, segala sesuatu yang melekat dalam diri diperjuangkan demi sebuah nama diri dan kebanggaan. Tapi, bukan menjadi masalah ketika seseorang memang mengakui bahwa hal itu adalah hal yang benar bagi dia sendiri. Toh, kita harus menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang berdaulat terhadap dirinya sendiri.

Tapi apa boleh daya, memang benar terjadi beberapa fakta dan bukti yang menyatakan keidentitasan cawapres dari SBY itu dipertanyakan. Entah dia ( Boediono ) juga adalah seorang bukan Islam dan bahkan dinyatakan sebagai aliran kepercayaan kejawen. Terserahlah itu semua, tetapi seandainya memang benar katolik atau boleh dikatakan agamanya bukan Islam, apakah ada yang salah?Kebhineka-tunggal-ika-an mulai dipertanyakan kepada pemerintah Indonesia. Apakah akan kembali lagi ke masa tahun-tahun dulu dimana ada agama tertentu yang dihadang.

Terlepas dari itu semua, partai politik sering kali yang menjadi wakil rakyat dan pengawas demokrasi menjadi alat penguasa.Dunia politik adalah dunia yang berbeda dengan agama.

Agama bukan menawarkan sebuah sistem tertentu atau aliran tertentu. Bahkan seorang filsuf mengatakan bahwa, agama adalah jawaban terhadap segala permasalahan manusia yang tidak dapat dipecahkan secara sendirinya. Bahkan betul juga bahwa, Tuhan tidak bertanggungjawab terhadap hal-hal yang dapat dipecahkan manusia secara sendirinya. Kita ambil contoh adalah jodoh. Saya terkadang heran melihat orang yang sampai melakukan ritual tertentu utnuk mendapatkan pasangan hidup. Memang benar, secara psikologis, orang tersebut memang menunjukkan harapan yang besar terhadap seorang pasangan hidup. Kita mungkin menyadari bahwa hal itu dapat menunjukkan keinginan kita yang besar terhadap suatu hal yang sangat urgen bagi kita di waktu saat ini. Harapan dan keinginan saja bukanlah dapat menjawab semua itu. Yang paling dibutuhkan adalah langsung pada kenyataan. Sang pencipta terlalu banyak kita salahkan untuk hal seperti ini.

Terkadang manusia menyalahkan demi pembenaran dirinya sendiri. Menganggap Tuhan tidak adil dan kita tidak diperhatikan. Padahal kita harus menyadari bahwa Tuhan memberikan suatu kebebasan, suatu kedaulatan bagi manusia. Ketika suatu nasib selalu di tangan Tuhan, kita manusia yang berdaulat tidak dapat mengekspresikan diri. Kita tidak dapat memilih. Padahal sebagai manusia sosial dan ekonomi, memilih adalah hal yang sangat hakiki dalam hidup karena suatu keadaan keterbatasan sumber daya. Memilih adalah suatu tindakan mulia dan menyatakan keeksistensian martabat manusia sebagai manusia yang bebas di hadapan Allah.

Agama yang menawarkan sebuah aliran dan sistem tertentu seperti sistem ekonomi tertentu dapat saya katakan sebagai suatu hal yang aneh. Apakah sebuah aliran liberalisme, syariah, komunisme ???…Kita ambil contoh, bahwa komunisme adalah hal yang paling dijunjung oleh negara atheis. Sekarang kita dapat merasakan kehancuran Rusia dulunya, Jerman yang masih sampai terkenang sampai sekarang. Belum tentu hal tersebut dapat menunjukkan bagaimana sebenarnya nilai dari seorang atheis. Atheis yang belum tentu melakukan hal yang sesukanya ( perbuatan jahat ), yang dulunya waktu kecil saya selalu dikatakan begitu oleh orangtua ketika saya melakukan perbuatan salah. Sebuah aliran kebudayaan, agama, kepercayaan dapat dikatakan ketika dapat mendekati umatnya secara nyata dalam kehidupan. Bagaimana sebuah agama dapat membuat orang berefleksi akan kehidupan